Rabu, 13 Mei 2015


HIJAUAN
Hijauan makanan ternak  merupakan semua bahan yang berasal dari tanaman dalam bentuk daun dauanan. Kelompok hijauan makanan ternak meliputi  famili rumput (gramineae), leguminosa, dan hijauan dari tumbuhan lain, seperti daun waru, nangka, dan lain-lain. Hijauan sebagai pakan ternak dapat diberikan dalam keadaan segar dan dalam keadaan kering. Bulo (2004) menyatakan bahwa dalam pengembangan ternak ruminansia di Indonesia, hijauan makanan ternak adalah faktor yang sangat penting dengan komposisi yang terbesar yaitu 70-80% dari total biaya pemeliharaan.
Tanaman hijauan secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Tanaman hijauan makanan ternak yang tidak dibudidayakan seperti rumput lapang, padang rumput alami, semak dan pepohonan.
  2. Tanaman hijauan yang sengaja dibudidayakan, biasanya terdiri dari satu jenis spesiaes atau campuran dari beberapa spesies saja.
Pada negara tropis rumput-rumputan dapat hidup sepanjang tahun, sedangkan pada negara musim dingin saat suhu tanah mencapai 4-6 derajad Celcius yang mencapai puncak pertumbuhannya saat musim panas.
Hal yang mempengaruhi komposisi nutrisi hijauan yaitu :
  1. Spesies tanaman
  2. Umur tanaman, contohnya PK<3% pada rumput yang sudah tua, sedangkan pada rumput yang masih muda dapat mencapai >30%.
  3. Iklim
  4. Pemupukan
Kandungan karbohidrat mudah larut dalam air (Water Soluble Carbohydrate atau WSC) pada rumput-rumputan umumnya adalah fruktan dan beberapa komponen gula seperti glukosa, sukrosa dan raffinosa. Rumput-rumputan asal temperate kandungan karbohidratnya lebih banyak dalam bentuk fruktan sebagai bahan yang mudah larut dala air (WSC) yang umumnya disimpan dalam batang, sedangkan jenis rumput-rumputan asal tropis dan subtropics umumnya lebih banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk pati daripada fruktan dan umumnya disimpan dalam bagian daun.
Dibanding fruktan, pati lebih sulit larut dalam air sehingga kandungan WSC rumput-rumputan asal tropis sangat rendah (<6%) dibandingkan rumput-rumputan asal temperate (>7%). Kandungan nutrisi hijauan tersebut perlu diperhatikan sehubungan dengan proses pengawetan hijauan baik berupa pengawetan kering (hay) maupun pada proses pengawetan basah/segar (silase).
Penggolongan tanaman budidaya maupun alami yang umum digunakan sebagai hijauan makanan ternak terdiri atas jenis rumput-rumputan (gramineae), perdu atau semak (herba), dan pepohonan. Spesies hijauan yang memiliki potensi tinggi sebagai hijauan makanan ternak, antara lain: rumput-rumputan, perdu/semak dan legum pohon. Rumput-rumputan terdiri atas rumput para (Brachiaria mutica), rumput benggala (Panicum maximum), rumput kolonjono (Panicum muticum), dan rumput buffel (Cenchrus ciliaris).
Perdu/semak terdiri atas beberapa jenis legum seperti kacang gude (Cajanus cajan), komak (Dolichos lablab), dan perdu lainnya dari limbah tanaman pangan pertanian seperti jerami padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi jalar dan daun ubi kayu. Legum pohon terdiri atas sengon laut (Albazzia falcataria), lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan turi (Sesbania grandiflora) (Reksohadiprojo, 1984).
Manurung (1996) menyatakan bahwa hijauan leguminosa merupakan sumber protein yang penting untuk ternak ruminansia. Keberadaannya dalam ransum ternak akan meningkatkan kualitas pakan. Limbah pertanian adalah hasil ikutan dari pengolahan tanaman pangan yang produksinya sangat tergantung pada jenis dan jumlah areal penanaman atau pola tanam dari tanaman pangan disuatu wilayah (Makkar, 2002)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar